judi online
bola88 agen sbobet

Proses Diklasifikasi untuk 886 Atlet Jelang Asian Para Games 2018

Proses Diklasifikasi untuk 886 Atlet Jelang Asian Para Games 2018

Para atlet yang akan segera bertanding dalam Asian Para Games 2018 wajib mengikuti proses klasifikasi mulai hari Selasa (2/10/2018) hingga hari Jumat (5/10/2018), sedangkan kegiatan ini bertujuan supaya bisa menentukan tingkat disabilitas mereka masing-masing.

Selain itu, dr. Christoper sebagai Direktur Klasifikasi Panitia Asian Para Games 2018 menjelaskan tentang sistem klasifikasi yang tidak bermaksud untuk membedakan para atlet difabel. Akan tetapi, proses ini adalah suatu pencarian data secara akurat yang berasal dari setiap atlet yang akan bertanding.

“Klasifikasi merupakan sebuah aspek yang termasuk ke dalam unsur penting sebelum pertandingan dimulai, sedangkan mereka mampu bertanding dengan seimbang sesuai dengan kelompok masing-masing tanpa perbedaan sama sekali,” tutur dr. Christoper pada hari Senin (1/10/2018).

Kemudian, dirinya menambahkan bahwa para atlet dalam Asian Para Games 2018 yang berhasil melalui proses klasifikasi akan dikelompokkan secara berbeda, sedangkan terdapat 886 atlet dari sekitar 3.883 orang yang nantinya ikut serta dalam kegiatan ini.

“Nantinya akan muncul beberapa kelas yang berbeda dan contohnya dari atletik yang terdiri dari tunadaksa, tunagrahita dan juga tunanetra. Lalu, ilustrasinya dari tunadaksa yang umumnya selalu menjadi perhatian banyak orang karena memiliki organ tubuh yang diamputasi seperti kaki atau tangan karena berasal dari gangguan sistem otot secara alami sementara yang lainnya berbeda secara menyeluruh,” tambahnya.

“Tak hanya itu, langkah akhir melalui proses pemeriksaan ini dilihat dari bagaimana cara para atlet bertanding dan diketahui apakah mereka tergolong aktif atau pasif. Kemudian, pihak klasifikator akan mengimbau kepada mereka sipaya bisa melihat tingkat disabilitas dalam dirinya masing-masing,” ucap dr. Christoper.

Namun, dr. Christoper mengatakan bahwa masalah terbesar yang dialami INAPGOC agar dapat menyelesaikan proses klasifikasi bagi para atlet jelang Asian Para Games 2018 adalah kesulitan dalam mencari beberapa orang sebagai klasifikator asal Indonesia.

“INAPGOC memiliki sebuah masalah yang dikarenakan Indonesia belum memiliki sosok klasifikator. Maka dari itu, Saya juga telah menghubungi beberapa federasi supaya bisa mendatangkan para klasifikator berkualitas dunia. Bahkan, mereka hanya terdiri dari 91 orang saja dan 52% dari mereka merupakan klasifikator dari benua Asia,” tutup dr. Christoper.