judi online
bola88 agen sbobet

Memori Indah Legenda Inter Dan Laga Perpisahannya

Memori Indah Legenda Inter Dan Laga Perpisahannya

Para interisti pasti mengenali pemain satu ini yang perannya sangat vital, pemain yang mencetak satu assist di Final Liga Champions membawa Inter meraih treble pada musim 2009-2010. Gelar seperti Liga Champions Eropa, Coppa Italia, Serie A direnggutnya. Ia bahu membahu dengan legenda lain seperti Cambiasso, Diego Milito, Javier Zanetti dengan arsitek The Special One “Jose Mourinho” pada waktu itu.

Tidak lain dan tidak bukan, Si Snipper (Wesley Sneijder).

Produk Ajax Amsterdan ini yang malang melintang di dunia sepak bola ini yang diawali dari tanah kelahirannya di Negeri Kincir Angin  (Ajax) sampai Negeri Timur Tengah, Qatar (Al-Gharafa) Klub yang juga diperkuat Farri Agri (Pemain kelahiran Aceh). Sneijder sudah banyak meneteskan tinta sejarah dan hal yang berkesan pada klub yang dibelanya.

Pemain yang dilabeli sebagai satu dari 3 midfielder terbaik di dunia dan masuk pada midfielder of the season di tahun 2010. Sempat kariernya cukup terseok-seok selagi membela panji Real Madrid dan tidak berlangsung lama hanya 2 musim dari 2007-2009.

Pindah ke Inter pada 2009, pada musim pertamanya di negeri Pizza ia membantu para koleganya di Inter untuk  menggondol trofi-trofi penting di Eropa dan Italia. Ia sangat dicintai para Interisti berkat kemampuannya yang mumpuni di lapangan Hijau.

Pindah ke klub raksasa Turki yang bermarkas di Istanbul (Galatasaray) pada musim 2012-2017, total ia menyumbangkan 2 trofil Liga Super Turki,3 trofi Turkiye Kupasi (Piala FAnya-Turki), 2 trofi superKupa(Community Shieldnya-Turki)

Ia membawa Galatasaray lolos ke 16 besar UEFA Champions League 2013-2014 setelah  pada partai pamungkas grup menghempaskan Juventus dengan skor 1-0 dengan mencetak gol pada menit 85′ yang pada waktu itu masih ada  Drogba, Felipe Melo dan kemudian bertengger di peringkat kedua grup tepat dibawah Real Madrid.