Gara-Gara Taruhan Bola Asia jadi terlibat Hutang Sama Bokap Pacar Sendiri

Menceritakan tentang 2 sahabat yang sangat menggemari sepakbola. Heru dan Ahmad seorang sahabat yang tinggal di Kos-kosan banci kaleng. Mereka berdua mempunyai kegemaran taruhan bola asia. Pada saat itu sedang diadakan Piala Dunia 2006.

Heru adalah seorang anak yang tajir, Bokapnya memiliki Restaurant dan Sorum Mobil tetapi Bokapnya terlalu nafsu dengan yang namanya Sex. Sedangkan Nyokapnya Heru ketergantungan dengan obat-obatan. Heru yang sudah 3 kali tidak menyelesaikan kuliahnya akhirnya diusir oleh Bokapnya pada saat itu Heru yang tinggal diluar rumah juga bekerja menjadi kasir di Restaurant bokapnya sendiri.

Ahmad adalah sahabat dari Heru yang tinggal bersama dengan heru. Ahmad memiliki usaha T-Shirt kecil-kecilan pada saat itu. Mereka berdua adalah sahabat dari smp.

Mereka yang sangat Hobby dengan sepakbola juga menyukai Taruhan didalam bola itu sendiri. Hingga saatnya malam hari pertandingan piala dunia mereka bersepakat untuk bertaruh kepada bandar taruhan bola asia terbesar di Jakarta tapi apa dikata tim unggulan mereka kalah.

Pada saatnya esok hari. Heru sedang berduaan dengan pacarnya. Heru memiliki kekasih yang cantik dan tajir bernama Laura. mereka yang pada saat itu sedang berhubungan ya layaknya seorang remaja berpacaran. Terdengar suara HP laura berbunyi ternyata telfon dari Bokapnya Laura yang disuruh pulang ke rumah lantaran tangan kanan Bokapnya menerima sms bahwa Laura akan di culik.

Tetapi Laura tidak menanggapi hal itu. dan Heru pun diantarnya pulang ke kosannya. Tiba di kosan ternyata barang-barang di kosan heru sudah dikeluarkan semua oleh ibu kosan Heru lantaran Heru belum membayar uang kos selama 2 bulan. Keesokan harinya Ahmad datang menemui Heru dengan wajah babak belur. Heru pun terkejut melihat hal itu lalu bertanya Lo kenapa men ? Gue dipukulin sama debt Collector lo kemana aja ” kata Ahmad. Cerita demi cerita ternyata tanpa sepengetahuan Heru mereka telah berutang sejumlah 20 jt kepada Bandar Taruhan Bola Asia terbesar di jakarta.

Mereka pun pusing lantaran hanya diberi waktu hingga malam petandingan final .Berlanjut masalah datang Heru dipecat oleh manager Restaurant Bokapnya sendiri dengan persetujuan Bokapnya yang saat itu juga dekat dengan Meike seorang Manager di Restaurantnya sendiri. Mereka yang telah di usir dari kosannya. Berbagai usaha pun mereka lakukan untuk melunasi utang tersebut.

Mereka pun mendapatkan Ide ingin mengambil uang perusahaan restarurant bokapnya Heru sendiri dan menyusun strategi sebaik mungkin. Hingga saat malam mereka berniat untuk mengambil uang perusahaan Bokapnya sendiri. Dibalik itu Meike yang seorang Manager diperusahaan itu juga berniat dengan menyuruh anak buah temannya untuk mengambil uang perusahaan restaurant tersebut. Terjadi salah paham antara Heru dan Ahmad dengan Meike pada saat malam itu. Meike yang mengira Heru dan Ahmad yang sedang menggunakan topeng adalah anak buah suruhan temannya. Meike memberikan begitu saja uang perusahaan terhadap mereka dan tiba-tiba anak buah suruhan temannya datang dan bertemu dengan mereka berdua. Kejar-kejaran pun terjadi pada saat itu hingga kejadian yang bersamaan seorang penculik yang berniat menculik Laura seorang anak Taruhan Bola Asia terbesar di Jakarta Hingga saat Bokap Laura yang berhasil menyelamatkan Laura pada malam hari itu dan sangat kebetulan Heru dan Ahmad bertemu dengan Bokap Laura pada malam itu juga Bokap Laura mengetahui bahwa Heru berhutang dengannya dan juga mengetahui Heru adalah Kekasih dari anaknya

Hingga esok hari Heru dan Ahmad berhasil mendapatkan uang tersebut. Dengan pertanyaan mau di apakan uang tersebut ? Ternyata mereka menaruhkan uang tersebut pada Final pertandingan Piala Dunia pada malam itu. Apa yang terjadi dengan mereka selanjutnya ?

Ternyata mereka berhasil membuka Sekolah Club Sepakbola di jakarta dari hasil taruhan yang mereka menangkan pada Final Pertandingan Piala Dunia kemarin.

Senang berbagi cerita taruhan bola asia dengan anda , Tunggu informasi dan cerita-cerita selanjutnya.

Penulis Cerita : Frans Lie