judi online
bola88 agen sbobet

Babak 16 Besar Piala Dunia 2018 Banyak Akhir Penalti, Henderson Sebut Timnas Inggris Sudah Latihan

Babak 16 Besar Piala Dunia 2018 Banyak Akhir Penalti, Henderson Sebut Timnas Inggris Sudah Latihan

Kemenangan adu penalti memang jadi momok tersendiri dalam Piala Dunia, pasalnya sudah tercatat tiga kali harus tersingkir dari Piala Dunia hanya karena kekalahan dalam adu penalti. Maka dari itu, setelah banyak melihat adu penalti di babak 16 besar, Jordan Henderson sebut jika Timnas Inggris sudah cukup lakukan latihan menghadapi hal tersebut.

Sudah jelas dalam Piala Dunia 2018, Inggris ingin mengukir sejarah berbeda. Setelah banyak mendapatkan sorotan pemain bintang yang gagal bermain di lapangan, kini bangkit menjadi tim yang kuat. Meskipun hanya menempati posisi runner-up di Grup G karena dikalahkan Belgia, namun ini tidak berhasil membuktikan The Tree Lion datang tanpa persiapan.

Pasalnya melihat dua pertandingan di penyisihan grup sebelumnya, Inggris tampil bagus. Bahkan Harry Kane selalu kapten berhasil mencetak hattrick dan mengamankan posisi top scorer Piala Dunia dengan torehan lima gol, padahal hanya bermain dalam dua laga saja.

Ketika melihat banyak akhir pertandingan di babak 16 besar harus memainkan adu penalti, hal ini bahkan ditanggapi positif oleh Henderson. Pasalnya mengaku sudah siap, karena sudah banyak melakukan adu penalti dan bersiap menghadapi kondisi apapun. Sudah jelas, tujuan utama Kane dan kawan kawan adalah trofi emas Piala Dunia.

Penyataan terbuka Henderson dilansir dalam situs resmi FIFA, kami (timnas Inggris) mulai berlatih bahkan hingga kini sudah mendapatkan hasil bagus. Sudah jelas, akhir penalti bukan hal bagus, pasalnya sulit untuk menang dengan keberuntungan saja. Kuncinya jika ingin menang, kami harus fokus dengan target.

Beberapa kali adu penalti memang memang memberikan akhir yang buruk, pasalnya harus gagal mengalahkan Jerman Barat di Piala Dunia 1990 lewat adu penalti. Setelah itu, harus mengalami kekalahan kontra Belgia dalam Piala Dunia 1998 dengan adu penalti serupa. Bahkan dalam Piala Dunia 2006, Wayne Ronney kala ini harus dikalahkan Portugal di babak perempat final karena kekalahan adu penalti.

Melihat sejarah yang kurang bagus tersebut, sudah jelas Gareth Southgate tidak mengulangi hal serupa karena optimis bisa menang tanpa adu penalti. Namun sepak bola tidak ada kepastian, sehingga membuat Henderson yang kini menjadi kapten Liverpool, memberikan saran bagaimana cara eksekusi penalti dengan tepat. Kuncinya setiap pemain harus fokus terhadap tendangan, jangan memikirkan hasilnya. Inilah yang membuat tendangan memberikan hasil sesuai keinginan, jangan melihat bagaimana skornya.

Lolos ke babak 16 besar dengan status runner-up Grup G bukan masalah untuk Henderson, pasalnya inilah laga sesungguhnya. Sehingga pemain 28 tahun ini, ingin memberikan kemenangan. Pasalnya sudah banyak dukungan fans yang datang langsung untuk menyaksikan laga, sehingga membuat semua pemain mendapatkan kekuatan tersendiri.

Bahkan Henderson merasa sangat senang dan menghadapakan dukungan penuh seluruh fans agar bisa memenangkan laga mendatang. Jika melihat head to head tiga pertandingan Inggris kontra Kolombia terakhir, bisa jadi Inggris berada di atas angin karena berhasil memenangkan dua laga dalam pertemuan terakhir.