judi online
bola88 agen sbobet

Ambisi Belanja Lebih Besar, AC Milan Terhambat Ketentuan FFP

Ambisi Belanja Lebih Besar, AC Milan Terhambat Ketentuan FFP

Direktur Umum AC Milan, Leonardo menjelaskan jika timnya pada saat ini belum bisa merekrut beberapa pemain pemain dalam kurun waktu singkat karena terhambat beberapa ketentuan dari Financial Fair Play (FFP).

Leonardo mengungkapkan jika AC Milan tidak ingin memiliki risiko besar dan terutama sanksi UEFA yang disebabkan melanggar norma dari segi keuangan tim yang sudah ditetapkan.

“FFP menjadi alasan utama mengapa kami tidak bisa merekrut beberapa pemain besar kelas internasional untuk bergabung bersama AC Milan,” ujar Leonardo yang dilansir dari Four Four Two pada Selasa (7/8/2018).

“Apabila kami dapat menemukan solusi atas masalah ini, tentu saja kami bisa memiliki sebuah kemungkinan agar bisa belanja beberapa pemain lebih banyak. Akan tetapi, hal ini belum bisa terjadi karena sistemnya harus menyesuaikan dengan aturan yang berlaku,” tambahnya.

Kemudian, Leonardo juga mengutarakan jika AC Milan sangat mendambakan pemain kelas internasional dari Lazio, yakni Sergej Milinkovic-Savic. Sayangnya, keinginan ini harus tertunda karena harga yang ditaksir Lazio untuk pemain handal tersebut membuat AC Milan mundur secara perlahan dalam perekrutannya.

“Sergej Milinkovic-Savic adalah salah satu pemain incaran semua tim Eropa. Dia dikenal sebagai bintang yang kami incar selama ini, namun harga pasarnya sangat jauh dari kemampuan dan ketersediaan yang dimiliki pada saat ini,” ucap Leonardo.

“Tak hanya itu, tahun lalu pun Saya sudah mengincarnya karena dia adalah pemain yang sempurna, namun kami belum bisa dan tidak mungkin mendapatkannya,” tuturnya.

Mengenai ketentuan FFP bahwa AC Milan tengah berhasil melepas masa hukuman yang diberikan dari sanksi UEFA. AC Milan sebelumnya dihukum atas pelanggaran dari suatu aspek dimana tidak terjadi keseimbangan dari sistem finansial tim. Tak heran, dampak yang mereka terima adalah Rossoneri dilarang keras untuk ikut serta dalam pertandingan di Liga Eropa pada musim depan oleh UEFA.

Meski begitu, AC Milan cukup beruntung karena bandingnya dikabulkan pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional atau The Court of Arbitration for Sport (CAS).

CAS menilai jika larangan untuk bertanding di Liga Eropa sangat jauh dari luar batas atas pelanggaran yang dilakukan AC Milan dan UEFA sontak mencabut peringatan tersebut.

Kemudian, dalam keputusan yang dilayangkan rupanya UEFA ingin CAS selalu menyelidiki sistem keuangan yang dimiliki AC Milan lebih lanjut dan ditambah telah mengganti posisi kepemilikan mulai saat ini.